Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2021/2022

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

SMAU Berbasis Pesantren Amanatul Ummah membuka pendaftaran peserta didik baru untuk tahun ajaran 2021/2022 yang secara resmi dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2020. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui laman http://sistren-au.sch.id/psbsma/

Berikut kami sampaikan berkas yang harus dipersiapkan:

  1. Scan akta kelahiran
  2. Scan Kartu Keluarga
  3. Scan rapor semester 1-4
  4. Pas foto formal

Pelaksanaan seleksi akan diumumkan kemudian hari. untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kontak person lewat whatsapp 085853049405.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Islam Toleran Sebagai Solusi Keberagaman

Keyakinan ini bermula ketika turunnya manusia pertama ke muka bumi ini, yaitu Nabiyullah Adam AS. Namun saat itu masih berupa ajaran Tauhid, bukan bernama Islam sebagaimana kita sebut sekarang ini. Sejarah panjang penyempurnaan agama Allah kemudian berakhir di pundak nabi agung yang diutus sebagai penyempurna agama Allah yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau diutus untuk menyampaikan agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam ini. Nah, Islam disini sebagaimana kita tahu adalah agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang menjadi rahmat untuk seluruh alam. Ini tentu berarti Islam wajib memosisikan “dirinya” sebagai pemersatu, sebagai pemberi kedamaian, sebagai jalan yang berakhir memberi keselamatan untuk seluruh alam ini. Yang perlu digarisbawahi adalah disini “seluruh alam” berarti terdiri atas berbagai macam keberagaman, karena tentu mustahil di muka bumi ini tidak ada keberagaman. Untuk itu tentu yang kita butuhkan sebenarnya bukan seseorang yang ahli ibadah namun sangat anti terhadap keberagaman; bukan seseorang yang tinggi ilmunya lalu dia menuduh golongan lain kafir, bid’ah, masuk neraka; apalagi mereka yang bahkan tidak mempunyai ilmu yang memadai kemudian mencaci maki saudaranya yang entah berbeda aliran, berbeda kepercayaan atau perbedaan-perbedaan yang lainnya.  Yang benar-benar kita butuhkan adalah orang islam yang menghargai setiap perbedaan yang ada, tak peduli seberapa tinggi ilmu orang tersebut.

            Jika kita lihat ditempat manapun, masalah permusuhan selalu berawal dari perbedaan,entah perbedaan apapun itu lalu salah satunya tidak bisa menerima perbedaan tersebut. Tak terhitung banyaknya konflik yang bermula dari suatu perbedaan. Tak perlu jauh-jauh, jika kita menengok ke belakang dahulu selepas kepergian Nabi Muhammad SAW, konflik antara kubu Sayyidina Ali dengan kubu Mu’awiyah berawal dari perbedaan pandangan politik. Sebenarnya bibit-bibit permusuhan sudah terlihat ketika terbunuhnya Sayyidina Utsman yang juga berlandaskan perbedaan pandangan politik juga. Hal ini berlanjut bahkan hingga terbunuhnya kedua cucu mulia Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Hussein. Kita bisa melihat mirisnya dampak yang muncul akibat perbedaan yang muncul saat itu. Mirisnya saat itu yang terbunuh adalah cucu dari Nabi Muhammad SAW sendiri. Nah, dari situ kemudian muncul 2 aliran sempalan, yang  tentu saja bukan aliran  Ahlussunnah Waljama’ah. Yang pertama adalah golongan Khawarij. Golongan ini adalah aliran yang bermula karena adanya sekelompok orang yang tidak setuju dengan penobatan Sayyidina Ali sebagai khalifah setelah Sayyidina Utsman saat itu. Tentu saja golongan ini sangat benci dengan Sayyidina Ali dan menganggap penobatan Mu’awiyah sebagai khalifah adalah sah. Golongan Khawarij ini cenderung ekstrem dan bahkan saat itu mereka tak segan membunuh Sayyidina Ali serta pendukung dan keturunannya hanya karena mereka membela dan menganggap kekhalifahan yang sah dan benar pada masa itu ada di pihak Mu’awiyah. Aliran yang satu lagi tentu sudah banyak orang yang tahu tentang aliran ini. Aliran ini disebut Syi’ah. Sebaliknya, aliran ini justru sangat menjunjung nama Sayyidina Ali, namun dengan cara yang salah. Mereka menganggap Sayyidina Ali lebih baik daripada Rasulullah dan tidak mau mengakui kekhalifahan 3 sahabat sebelumnya yaitu Sayyidina Abu Bakar, Utsman dan Umar. Disini kita bisa menyimpulkan bahwa akar dari permasalahan pada masa itu hanya satu, yaitu perbedaan berdasar pandangan politik namun akibat yang muncul merembet kemana-mana. Dari terbunuhnya keturunan mulia Rasulullah SAW hingga munculnya aliran sempalan yang masih bertahan hingga saat ini. Contoh yang lain?Lihat saja konflik Sunni-Syiah di Timur Tengah yang berlatarbelakang perbedaan aliran yang sampai hari ini masih kerap “kumat”.        

Di Indonesia, orang-orang yang beragama Islam cenderung “tak peduli” kepada identitas yang penting kerukunan terjaga di antara mereka. “ Tak peduli” disini bukan berarti acuh tak acuh namun konteks “tak peduli” lebih menunjukkan sisi toleran yang mendalam dari umat Islam yang ada di nusantara. Mereka tak peduli entah mereka berteman dengan si Kristen, berbisnis dengan si Buddha bahkan ngopi di warung kopi orang atheis mereka tak pernah peduli. Mindset yang muncul kemudian adalah “tak peduli dengan siapa aku bergaul, selama aku masih berdiri diatas Islam, aku tak peduli”. Maka dari itu yang kemudian lahir adalah persahabatan berbeda keyakinan namun hubungan kekeluargaan yang timbul sangat kuat. Mereka tidak memaksa para pemeluk agama lain,meskipun itu sahabatnya sendiri untuk berpindah agama ke Islam karena mereka tahu bahwa yang memberi hidayah untuk masuk Islam hanyalah Allah Swt. Di zaman sekarang model Islam moderat yang lebih akrab dengan toleransi inilah yang menjadi model idaman kehidupan di dunia ini maka tidak heran jika banyak negara yang ingin berguru, ingin menerapkan model kehidupan seperti di Indonesia ini di negara mereka masing-masing. Jika perbedaan adalah rahmat, kenapa harus ada konflik ketika perbedaan muncul di tengah-tengah  masyarakat?. Jika kita melihat suri tauladan kita yaitu Nabi Muhammad SAW, beliau adalah pribadi yang memiliki sifat toleransi yang sangat tinggi. Ini dicontohkan ketika Nabi Muhammad SAW mau menyuapi seorang Nasrani buta yang selalu mencaci-maki beliau bahkan hal itu dilakukan Sang Nabi SAW sampai akhir hayatnya. Namun beliau juga mencontohkan  jangan sampai melewati batas-batas yang berlaku di agama. Pesan dari Nabi SAW ini kemudian sampai di nusantara melalui Walisongo sang penyambung lidah Nabi SAW. Kita patut banyak banyak mendoakan arwah Walisongo karena beliau-beliau lah yang membawa dan menanamkan pola pikir Islam yang penuh dengan rasa toleransi. Di masa lalu Allah Swt. sudah memberikan contoh kalau perbedaan yang tidak didasari rasa toleransi akan menimbulkan perseteruan yang tak ada habisnya. Juga di masa sekarang Allah Swt. memberi contoh Islam yang membawa perdamaian seperti di Indonesia yang ajarannya dibawa dengan ramah tamah oleh Walisongo. Nah, sekarang tinggal kita yang menentukan akan dibawa kemana arah langkah kehidupan kita, mau menjadi Islam dengan “sumbu pendek” alias Islam intoleran atau ber-Islam penuh kedamaian.

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021

SMA Unggulan Berbasis Pesantren Amanatul Ummah program tahfidzul Qur’an kembali membuka pendaftaran siswa-siswi baru untuk tahun pelajaran 2020/2021. berikut informasi detailnya;

1.Waktu pendaftaran:

Gelombang 1: 30 Oktober 2019 – 4 April 2020

Gelombang 2: 6 April- 16 Mei 2020

Gelombang 3: 17 Mei – 6 Juni 2020

Gelombang 4 : 7 Juni – 4 Juli 2020 – tes tgl 5 Juli 2020

2. Tempat Pendaftaran: Guest house PP Amanatul Ummah Pacet Jl. KH. Abdul Chalim no.1 desa Kembangbelor Pacet Mojokerto.

atau lewat online di http://sistren-au.sch.id/psbsma/

3. Biaya Pendaftaran:

Biaya formulir Rp.350.000

Uang infaq gedung Rp.5.000.000

Uang seragam Rp.730.000

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI MASUK PESANTREN (SEMASTREN) SMAU-BP GELOMBANG 1 TAHUN AJARAN 2018/2019

Assalamualaikum wr wb.

Yth. peserta tes semastren SMAU-BP,

Berikut ini kami umumkan daftar peserta yang lolos seleksi masuk SMAU-BP gelombang 1. klik link berikut HASIL SEMASTREN 2018-2019

Prosedur daftar ulang bagi santri yang dinyatakan diterima:

  1. Uang daftar ulang sebesar Rp.4.400.000,- dan seragam sebesar Rp.680.000,- .
  2. Pembayaran secara Tunai bisa dilakukan di kantor pusat SMAU-BP mulai tgl 8-12 Mei 2018 dan tgl 21-27 Mei 2018, jam 08.00-16.00 WIB.
  3. Pembayaran secara transfer bisa dilakukan melalui rekening Bank Syariah Mandiri No. Rek 7073341967 a.n Siti Musirroh. Mulai tgl 8 – 27 Mei 2018.
  4. pembayaran secara transfer tunai harap mengisi berita acara sesuai jenis pembayaran. contoh: Nama siswa/siswa baru 2018/daftar ulang dan seragam
  5. Pembayaran secara transfer via ATM harap menulis nama siswa di struk pembayaran dan difoto, kemudian dikirim ke whatsapp 085851999088 (Bu Dini).

Sekian pengumuman yang kami sampaikan, kami ucapkan terima kasih.

wassalamualaikum wr wb.

INFORMASI PEMBAYARAN TAPEL 2018/2019

Assalamualaikum wrb

INFO PEMBAYARAN

SMA UNGGULAN BERBASIS PESANTREN

  1. Pembayaran administrasi sekolah via rekening Bank Syariah Mandiri ( BSM )
  •  Pembayaran SPP
    • No. Rekening : 7042080378  a.n  SMA U BP PACET

 

  • Pembayaran selain SPP  (UAS, BUKU, OSIS-Ekskul, Dauroh, Daftar Ulang Kenaikan Kelas) 
    • No. Rekening : 7070000258  a.n  SMA U BP PACET

 

  1. Nama santri di tulis lengkap di slip bukti setoran (bukan nama orang tua atau penyetor)
  2. Mencantumkan Kelas, dan jenis pembayaran
  3. Dimohon tidak membayar melalui ATM, net-banking atau M-Banking karena tidak terdata, jika terpaksa maka bukti transfer bisa di foto di sertai nama santri/kelas/jenispembayaran lalu mengirimkannya ke wali kelas.
  4. Dimohon tidak mengirim uang saku santri ke nomor rekening sekolah (pengiriman dapat dititipkan ke rekening pembimbing atau dengan membuka tabungan baru di Bank Syariah Mandiri)
  5. Harap selalu menyimpan slip bukti setoran dari Bank untuk dilaporkan maksimal tiap akhir semester sebelum Ujian Akhir Semester.
  6. Apabila terjadi kehilangan slip dan nama siswa tidak muncul di Rekening Koran dari BSM maka risiko ditanggung walisantri.
  7. Jika menitipkan pembayaran ke bendahara/guru/lainnya harap selalu meminta bukti pembayaran

 

Demikian informasi pembayaran spp dan non spp smaubp amanatul ummah, jika masih ada informasi yang belum di mengerti bisa menghubungi kontak person yang tercantum di website

Memaknai Tadabbur Alam

Tadabbur Alam merupakan sarana pembelajaran untuk lebih mengenal ke Maha Besaran Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Nah, kalau ditanya; Wahid, Apa kamu suka tadabbur alam? Pastilah saya akan menjawab,”bukan suka lagi tapi hobi. Bukan berarti menyukai merenung sebagai media penghambur waktu, melainkan sudah menjadi semestinya jika kita mengenal Allah melalui ciptaan-Nya. Dengan begini, terbentuklah sebuah ‘character building’ yang setidaknya menambah keimanan dan ketakwaan kita. Allah ta’ala berfirman dalam surat al-ghasiyah:
Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan (17). Dan langit bagaimana ia ditinggikan? (18). Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (19). Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21).
Oleh karena itu, Jika kita menilik alam semesta sebagai sarana pembelajaran dengan melakukan observasi secara langsung maupun tidak dalam rangka mengenal Allah Azza wa Jalla melalui ciptaan-Nya, pastilah kita menjumpai binatang yang satu ini,’Burung’.
Ada apa sih dengan burung?dan kenapa harus ‘Burung’?
InsyaAllah, saya akan menjelaskannya.
Waktu itu saya melihat burung yang dengan setianya mencari nafkah untuk keluarganya. Dapat dilihat bahwa, ia belum mempunyai sebuah tujuan tetap dimana ia akan mendapatkan makanan. Tapi, ia mengerti bahwa bumi Allah itu luas dan Allah maha kaya. Terkadang ia pulang membawa makanan dan membagikannya kepada keluarganya. Itu pun jika tidak cukup ia harus berpuasa. Sekali lagi, Demi kelurganya. Disini jelas sekali bahwa eksistensi dari seorang pemimpin adalah mendahulukan kesejahteraan makmum. Tak peduli atas apa yang terjadi akan dirinya. Coba dibayangkan, Pernahkah kita melihat seekor burung dengan tragisnya membentur-benturkan kepalanya di batu cadas karena merasa stress akibat tidak memiliki tempat mencari makan yang sifatnya tetap. Allahu akbar!
Lantas, Bagaimana dengan kita? Manusia?
Ikhwan wa Akhwat Fillah
Sebuah kecenderungan klasik, sepanjang sejarah manusia, bahwa konflik-konflik intelektual yang besar, acapkali terjadi karena adanya pemisahan, sebutlah misalnya , iman yang terpisah dengan rasio. Ketika hati kita mengetahui ke MahaBesaran sang pencipta yang terbentuk dalam sebuah karakter tauhid Rububiyah dalam diri kita atas penciptaan Nya, Kita sudah seharusnya menggunakan ‘RASIO’ untuk menganalisa dan memahami bahwa penciptaan bumi dan langit beserta isinya merupakan sebuah keteraturan. Adanya sebuah keteraturan itu, tentu melibatkan sang pengatur yaitu Allah Azza wa Jalla.
Oleh karena itu, Lantas bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam ?
Dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.
Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu
“…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:190-191)
Di banyak ayat dalam Al Qur’an, pernyataan seperti, “Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”, “terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal,” memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. An-Nahl, 16:11)
Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.
Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.
Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa?
Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An’aam, 6:59).
Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan:
Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An’aam, 6:95)
Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”, maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.
sumber : Muhammad wahid Muslim ( http://wahedlabstechnologies.blogspot.co.id)

Gerakan Ayo Mondok!

Pacitan, NU Online
Gerakan Nasional #Ayo Mondok yang diluncurkan pada 1 Juni 2015 M/ 15 Sya’ban 1436 H oleh Nahdlatul Ulama (NU) kini hampir genap satu tahun. Gerakan yang berada di bawah koordinasi Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI) ini akan mematangkan program kerja dengan merumuskan program-program teknis, orientasi program, dan rekomendasi program dengan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana.Gerakan yang berisi ajakan untuk kembali ke pesantren ini mendapatkan respon yang positif dari semua pihak, terbukti dengan meningkatnya kuantitas santri di pesantren di seluruh Nusantara.“Sengaja Silatnas ini kita lakukan, karena kita punya kepentingan, yang dalam hal ini kepentingan untuk pesantren itu sendiri, pesantren yang berhaluan Aswaja tentunya di bawah payung besar NU, yaitu di RMI,” kata Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman HD Attarmasi kepada NU Online di Pacitan, Selasa (4/4) malam.Melalui pertemuan ini gerakan Ayo Mondok ingin menunjukkan kepada masyarakat dunia secara luas bahwa ke depan pesantrenlah yang akan menjadi lembaga pendidikan utama di republik ini. Karena pesantren masih merupakan lembaga pendidikan terbaik, berperadaban dan tertua di Nusantara.

Di samping itu pesantren juga harus berintrospeksi dan berbenah agar tidak kehilangan roh inovasi dan tetap diminati oleh masyarakat.

“Kita punya cita-cita besar untuk menyampaikan kepada masyarakat, ini lho pesantren. Pesantren merupakan lembaga yang masih relevan, imun, berkemajuan, lembaga yang bersih, sehat dan ingin mencetak generasi umat manusia menjadi umat yang benar, pintar, dan menjadi harapan bagi bangsa dan negara,” imbuh pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu.

Katib Syuriyah NU itu mengatakan, pertemuan yang mengusung tema Meneguhkan Pesantren sebagai Pusat Peradaban ini akan digelar pada 13-15 Mei 2015 di kawasan taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Alhamdulillah, ini merupakan anugerah dan berkah bagi Gerakan Ayo Mondok, tanpa dinyana ada pemerintah daerah yang siap memfasilitasi semuanya. Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Gus Irsyad, Jazakumullah Ahsanal Jaza’,” katanya.

Agenda utama dalam silatnas kali ini akan membahas beberapa poin tematik, seperti optimalisasi peran alumni pesantren di era global, advokasi pesantren, peran ekonomi pesantren, optimalisasi peran strategis media, networking dan sistem infomasi manajemen pesantren, dan program pesantrenku bersih pesantrenku keren.

Pada forum ini penyelenggara akan melibatkan para kiai, pengasuh pesantren, generasi muda pesantren, dan pengurus RMI se-Indonesia. Silatruahmi nasional ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti bazar dan pertunjukan seni bersama Wali Band dan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan santri dan  serta masyarakat. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Pacitan, NU Online
Gerakan Nasional #Ayo Mondok yang diluncurkan pada 1 Juni 2015 M/ 15 Sya’ban 1436 H oleh Nahdlatul Ulama (NU) kini hampir genap satu tahun. Gerakan yang berada di bawah koordinasi Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI) ini akan mematangkan program kerja dengan merumuskan program-program teknis, orientasi program, dan rekomendasi program dengan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana.Gerakan yang berisi ajakan untuk kembali ke pesantren ini mendapatkan respon yang positif dari semua pihak, terbukti dengan meningkatnya kuantitas santri di pesantren di seluruh Nusantara.“Sengaja Silatnas ini kita lakukan, karena kita punya kepentingan, yang dalam hal ini kepentingan untuk pesantren itu sendiri, pesantren yang berhaluan Aswaja tentunya di bawah payung besar NU, yaitu di RMI,” kata Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman HD Attarmasi kepada NU Online di Pacitan, Selasa (4/4) malam.Melalui pertemuan ini gerakan Ayo Mondok ingin menunjukkan kepada masyarakat dunia secara luas bahwa ke depan pesantrenlah yang akan menjadi lembaga pendidikan utama di republik ini. Karena pesantren masih merupakan lembaga pendidikan terbaik, berperadaban dan tertua di Nusantara.

Di samping itu pesantren juga harus berintrospeksi dan berbenah agar tidak kehilangan roh inovasi dan tetap diminati oleh masyarakat.

“Kita punya cita-cita besar untuk menyampaikan kepada masyarakat, ini lho pesantren. Pesantren merupakan lembaga yang masih relevan, imun, berkemajuan, lembaga yang bersih, sehat dan ingin mencetak generasi umat manusia menjadi umat yang benar, pintar, dan menjadi harapan bagi bangsa dan negara,” imbuh pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu.

Katib Syuriyah NU itu mengatakan, pertemuan yang mengusung tema Meneguhkan Pesantren sebagai Pusat Peradaban ini akan digelar pada 13-15 Mei 2015 di kawasan taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Alhamdulillah, ini merupakan anugerah dan berkah bagi Gerakan Ayo Mondok, tanpa dinyana ada pemerintah daerah yang siap memfasilitasi semuanya. Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Gus Irsyad, Jazakumullah Ahsanal Jaza’,” katanya.

Agenda utama dalam silatnas kali ini akan membahas beberapa poin tematik, seperti optimalisasi peran alumni pesantren di era global, advokasi pesantren, peran ekonomi pesantren, optimalisasi peran strategis media, networking dan sistem infomasi manajemen pesantren, dan program pesantrenku bersih pesantrenku keren.

Pada forum ini penyelenggara akan melibatkan para kiai, pengasuh pesantren, generasi muda pesantren, dan pengurus RMI se-Indonesia. Silatruahmi nasional ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti bazar dan pertunjukan seni bersama Wali Band dan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan santri dan  serta masyarakat. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

sumber : nu.or.id