Pacitan, NU Online
Gerakan Nasional #Ayo Mondok yang diluncurkan pada 1 Juni 2015 M/ 15 Sya’ban 1436 H oleh Nahdlatul Ulama (NU) kini hampir genap satu tahun. Gerakan yang berada di bawah koordinasi Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI) ini akan mematangkan program kerja dengan merumuskan program-program teknis, orientasi program, dan rekomendasi program dengan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana.Gerakan yang berisi ajakan untuk kembali ke pesantren ini mendapatkan respon yang positif dari semua pihak, terbukti dengan meningkatnya kuantitas santri di pesantren di seluruh Nusantara.“Sengaja Silatnas ini kita lakukan, karena kita punya kepentingan, yang dalam hal ini kepentingan untuk pesantren itu sendiri, pesantren yang berhaluan Aswaja tentunya di bawah payung besar NU, yaitu di RMI,” kata Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman HD Attarmasi kepada NU Online di Pacitan, Selasa (4/4) malam.Melalui pertemuan ini gerakan Ayo Mondok ingin menunjukkan kepada masyarakat dunia secara luas bahwa ke depan pesantrenlah yang akan menjadi lembaga pendidikan utama di republik ini. Karena pesantren masih merupakan lembaga pendidikan terbaik, berperadaban dan tertua di Nusantara.

Di samping itu pesantren juga harus berintrospeksi dan berbenah agar tidak kehilangan roh inovasi dan tetap diminati oleh masyarakat.

“Kita punya cita-cita besar untuk menyampaikan kepada masyarakat, ini lho pesantren. Pesantren merupakan lembaga yang masih relevan, imun, berkemajuan, lembaga yang bersih, sehat dan ingin mencetak generasi umat manusia menjadi umat yang benar, pintar, dan menjadi harapan bagi bangsa dan negara,” imbuh pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu.

Katib Syuriyah NU itu mengatakan, pertemuan yang mengusung tema Meneguhkan Pesantren sebagai Pusat Peradaban ini akan digelar pada 13-15 Mei 2015 di kawasan taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Alhamdulillah, ini merupakan anugerah dan berkah bagi Gerakan Ayo Mondok, tanpa dinyana ada pemerintah daerah yang siap memfasilitasi semuanya. Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Gus Irsyad, Jazakumullah Ahsanal Jaza’,” katanya.

Agenda utama dalam silatnas kali ini akan membahas beberapa poin tematik, seperti optimalisasi peran alumni pesantren di era global, advokasi pesantren, peran ekonomi pesantren, optimalisasi peran strategis media, networking dan sistem infomasi manajemen pesantren, dan program pesantrenku bersih pesantrenku keren.

Pada forum ini penyelenggara akan melibatkan para kiai, pengasuh pesantren, generasi muda pesantren, dan pengurus RMI se-Indonesia. Silatruahmi nasional ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti bazar dan pertunjukan seni bersama Wali Band dan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan santri dan  serta masyarakat. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Pacitan, NU Online
Gerakan Nasional #Ayo Mondok yang diluncurkan pada 1 Juni 2015 M/ 15 Sya’ban 1436 H oleh Nahdlatul Ulama (NU) kini hampir genap satu tahun. Gerakan yang berada di bawah koordinasi Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI) ini akan mematangkan program kerja dengan merumuskan program-program teknis, orientasi program, dan rekomendasi program dengan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana.Gerakan yang berisi ajakan untuk kembali ke pesantren ini mendapatkan respon yang positif dari semua pihak, terbukti dengan meningkatnya kuantitas santri di pesantren di seluruh Nusantara.“Sengaja Silatnas ini kita lakukan, karena kita punya kepentingan, yang dalam hal ini kepentingan untuk pesantren itu sendiri, pesantren yang berhaluan Aswaja tentunya di bawah payung besar NU, yaitu di RMI,” kata Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman HD Attarmasi kepada NU Online di Pacitan, Selasa (4/4) malam.Melalui pertemuan ini gerakan Ayo Mondok ingin menunjukkan kepada masyarakat dunia secara luas bahwa ke depan pesantrenlah yang akan menjadi lembaga pendidikan utama di republik ini. Karena pesantren masih merupakan lembaga pendidikan terbaik, berperadaban dan tertua di Nusantara.

Di samping itu pesantren juga harus berintrospeksi dan berbenah agar tidak kehilangan roh inovasi dan tetap diminati oleh masyarakat.

“Kita punya cita-cita besar untuk menyampaikan kepada masyarakat, ini lho pesantren. Pesantren merupakan lembaga yang masih relevan, imun, berkemajuan, lembaga yang bersih, sehat dan ingin mencetak generasi umat manusia menjadi umat yang benar, pintar, dan menjadi harapan bagi bangsa dan negara,” imbuh pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu.

Katib Syuriyah NU itu mengatakan, pertemuan yang mengusung tema Meneguhkan Pesantren sebagai Pusat Peradaban ini akan digelar pada 13-15 Mei 2015 di kawasan taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Alhamdulillah, ini merupakan anugerah dan berkah bagi Gerakan Ayo Mondok, tanpa dinyana ada pemerintah daerah yang siap memfasilitasi semuanya. Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Gus Irsyad, Jazakumullah Ahsanal Jaza’,” katanya.

Agenda utama dalam silatnas kali ini akan membahas beberapa poin tematik, seperti optimalisasi peran alumni pesantren di era global, advokasi pesantren, peran ekonomi pesantren, optimalisasi peran strategis media, networking dan sistem infomasi manajemen pesantren, dan program pesantrenku bersih pesantrenku keren.

Pada forum ini penyelenggara akan melibatkan para kiai, pengasuh pesantren, generasi muda pesantren, dan pengurus RMI se-Indonesia. Silatruahmi nasional ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti bazar dan pertunjukan seni bersama Wali Band dan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan santri dan  serta masyarakat. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

sumber : nu.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *